PARA PEMENANG XXI SHORT FILM FESTIVAL 2016

Setelah berlangsung selama lima hari di Epicentrum XXI mulai tanggal 16-20

Maret 2016, pagelaran tahunan XXI Short Film Festival 2016 akhirnya telah

mencapai acara puncaknya. Ya, pagelaran tahunan yang memasuki tahun kempat

ini kembali menyelenggarakan malam penghargaan bagi 25 finalis yang terpilih.

 

Bertempat di studio 1 Epicentrum XXI, acara malam penghargaan dimulai pada

pukul 19.30 WIB dan dihadiri oleh ratusan tamu undangan, mulai dari kalangan

pemerintahan, insan perfilman, dan para jurnalis dari media cetak serta

elektronik.

Sebagai pembawa acara, dua host tahun lalu, yaitu Olga Lyda, kembali dipercaya

untuk memimpin acara pemberian penghargaan sekaligus pengumuman para

pemenang dari ajang pencarian bakat baru di industri perfilman ini.

 

"Harapan kami lewat ajang XXI Short Film Festival, bakat-bakat muda yang

penuh semangat berkreasi ini bisa mendapatkan wawasan dan arahan dari

filmmakers profesional. Kami juga berharap agar para filmmaker ini selanjutnya

bisa selalu membedakan tujuan mereka dalam membuat film, apakah untuk

mengekspresikan diri, menyampaikan pesan-pesan tertentu, atau untuk

menghibur orang banyak." ujar Catherine Keng selaku Festival Director XXI

Short Film Festival.

 

Kegiatan XXI Short Film Festival 2016 sendiri pada dasarnya telah dimulai sejak

1 September 2015 hingga 10 Desember 2015 untuk masa pendataran kompetisi

film pendek yang terbagi dalam empat kategori kompetisi, dengan kategori Fiksi

Action/Thriller/Fantasy sebagai kategori baru. Tahun ini, jumlah pendaftar

mencapai 545 film pendek. Dari jumlah tersebut akhirnya dikurasi menjadi 7

finalis kompetisi film pendek fiksi action/thriller/fantasy, 6 finalis kompetisi film

pendek fiksi drama/comedy, 6 finalis kompetisi film pendek dokumenter, dan 6

finalis kompetisi film pendek animasi.

Film Semalam Anak Kita Pulang dinobatkan sebagai Film Pendek Fiksi

Drama/Comedy Terbaik. Film tentang seorang kerinduan ibu terhadap

anaknya yang merantau ini merupakan film pertama yang disutradarai oleh Adi

Marsono. Adi, yang tergabung di rumah produksi Fourcolors Films, sebelumnya

dikenal sebagai asisten sutradara film Siti garapan Eddie Cahyono, selain pernah

turut jadi pemain di beberapa film pendek maupun panjang yang diproduksi di

Yogyakarta, salah satunnya Mencari Hilal.

 

"Ini film pertama yang saya coba sutradarai sendiri. Jadi ada program di

Fourcolors film sendiri, karena sudah lama sekali kami nggak bikin film

independen, jadi tahun 2014 kami berencana bikin film independen, satu film

panjang dan satu film pendek. Yang panjang itu Siti, dan yang pendek akhirnya

film ini," jelas Adi.

 

Lain halnya dengan pemenang kategori Film Animasi, Kapur Ade, yang

merupakan karya terbaru dari sutradara Firman Widyasmara. Film ini berhasil

meraih penghargaan dua kategori sekaligus, yaitu Film Pendek Animasi

Terbaik dan Film Pendek Animasi Pilihan Juri Media. Selain itu, film ini jadi

keberhasilan Firman dengan studio animasi Lanting dua tahun berturut-turut,

setelah pada penyelenggaraan tahun 2015 ia berhasil meraih Film Animasi

Pilihan IMPAS lewat film Pret.

 

Sementara di kategori Film Pendek Dokumenter Terbaik, penghargaan

diberikan kepada film Bibi Siti Switi karya Cynthia Natalia di Universitas

Multimedia Nusantara, Tangerang Selatan. Film ini menuturkan kisah seorang

asisten rumah tangga yang telah menjanda dan memiliki beberapa pacar

sekaligus. Dalam catatannya, dewan juri menilai film ini mampu mengeluarkan

karakteristik subjeknya tanpa menghakimi.

 

"Nggak nyangka bisa menang. Ini tugas akhir saya dan sering dicaci-maki sama

dosen juga, tapi akhirnya dapat penghargaan," ucap Cynthia dalam sambutannya.

 

Penyelenggaraan tahun ini memperkenalkan kategori

baru, Action/Thriller/Fantasy. Pemenang pilihan official jury di kategori ini

jatuh pada film Sugih karya Makbul Mubarak. Film ini mengisahkan pasangan

muda yang lakukan ritual menyiksa demi bisa mendapatkan uang untuk

melunasi hutang. Dari kategori baru ini pula muncul film pemenang favorit

penonton XXI Short Film Festival 2016, yaitu film pendek horror

Sandekala karya Amriy Ramadhan.

 

Berikut adalah daftar pemenang XXI Short Film Festival 2016:

Film Pendek Fiksi Drama/Comedy Terbaik:

  • Semalam Anak Kita Pulang (Adi Marsono)

Film Pendek Fiksi Action/Thriller/Fantasy Terbaik:

  • Sugih (Makbul Mubarak)

Film Pendek Animasi Terbaik:

  • Kapur Ade (Firman Widyasmara)

Film Pendek Dokumenter Terbaik:

  • Bibi Siti Switi (Cynthia Natalia)

Film Pendek Fiksi Drama/Comedy Pilihan Media:

  • Nilep (Wahyu Agung Prasetyo)

Film Pendek Fiksi Action/Thriler/Fantasy Pilihan Media:

  • Pancasonya (Muhammad Ihsan Fadli)

Film Pendek Animasi Pilihan Media:

  • Kapur Ade (Firman Widyasmara)

Film Pendek Dokumenter Pilihan Media:

  • Kesan Pertama (M. Iskandar Tri Gunawan)

Film Pendek Favorit 'Pilihan Penonton':

  • Sandekala (Amriy Ramadhan)

Selain para pemenang diatas, juri juga memberikan penghargaan untuk spesial

mention yang terdiri dari:

Special Mention Film Pendek Naratif dari Juri Official:

  • The Flower and The Bee (Monica Vanesa Tedja)
 

Selain mendapatkan penghargaan, seluruh pemenang juga mendapatkan uang

tunai puluhan juta rupiah, piala dan piagam dari Cinema 21, bantuan beasiswa

dari SAE Institute Jakarta, serta pemutaran film-film pemenang di jaringan

bioskop Cinema XXI seusai festival.

 

XXI Short Film Festival 2016 yang berlangsung selama lima hari ini tercatat telah

dihadiri oleh 6.000 penonton yang menghadiri seluruh rangkaian festival yang

terdiri dari penayangan film pendek kompetisi, film pendek internasional

pilihan, dan Pitching Forum.

 

Lagi-lagi hal tersebut menunjukkan antusiasme dan euforia masyarakat

terhadap film pendek sangatlah besar dan terus meningkat. Oleh karena itu,

tidak tertutup kemungkinan bisa lebih memicu semangat para pecinta film untuk

ikut serta di XXI Short Film Festival di tahun-tahun yang akan datang.