Amelia Hapsari Rasakan Dampak Positif Pasca Menang di XXI Short Film Festival 2014

Pasca menjadi pemenang di XXI Short Film Festival 2014 untuk kategori Special Mention Film Pendek Dokumenter dari Juri Media dan Film Dokumenter Terbaik lewat film Akar, sang sutradara, Amelia Hapsari mengaku sangat merasakan dampaknya. Terutama soal koneksi yang ia dapatkan di dunia perfilman nasional. Ia pun bersyukur, lewat Cinema 21 karyanya bisa mendapatkan tempat dan diapresiasi dengan baik.

"(Dampaknya) ya amat terasa, karena saya baru pulang ke Indonesia tahun 2012. Jadi, sama sekali tidak punya koneksi ke dunia film Indonesia. Melalui XXI saya bisa menunjukkan karya saya. Alhamdulillah diapresiasi baik sehingga saya mendapat tempat di antara para pembuat film Indonesia," ujar Amelia Hapsari saat dihubungi tim 21cineplex.com, Senin (1/2) sore.

Dari awal Amelia memang sudah fokus di dunia film dokumenter Indonesia. Sejak tahun 2012 saja, dirinya sudah menjabat sebagai Direktur Program In-Docs, sebuah organisasi yang tujuan besarnya adalah mengembangkan film dokumenter di Indonesia. Menariknya, kesibukan ini pulalah yang membuatnya tidak bisa selalu fokus untuk membuat film dokumenter sebagai sutradara.

"Jadi itulah tugas saya sehari-hari. Membuat film boleh dibilang tetap merupakan passion saya. Tapi, saya tidak bisa full di situ," ungkap Amelia. Saat ini, In-Docs sendiri tengah fokus dalam program Dare to Dream, memproduksi serial dokumenter dengan cakupan Asia serta distribusi internasional. "Tujuannya adalah menjadi jembatan bagi filmmaker Asia, khususnya Indonesia untuk bisa masuk ke industri dokumenter internasional," jelasnya.

Sedangkan untuk memproduksi film pendek dalam waktu dekat ini, Amelia mengaku tengah menggarap tiga film pendek. Namun, kali ini dirinya bukanlah sutradaranya, melainkan menjadi produsernya. "Ada tiga film pendek tentang suara-suara yang menghilang di sekitar kita, tapi saya sebagai produser," pungkasnya.